Saturday, September 16, 2006

Tania Di-TO Samsung, Panitia Di-TO Bodrex

Keputusan bodoh diambil Panitia Gebyar HUT ke- 712 Kota Surabaya yang terdiri dari sejumlah Event Organizer yang tergabung dalam Konsorsium 031Link. Sementara seorang professional merekrut pekerja dengan rangkaian tes seleksi yang rumit dan ketat. Tidak bagi Panitia Gebyar HUT Surabaya. Asal comot saja, kenalan dari browsing dunia maya pun direkrutnya. Ceritanya; salah seorang panitia Gebyar HUT Surabaya punya hobi chatting di internet. Dari situ dia kenal seseorang asal Jogjakarta yang mengaku bernama Tania Nasution. Belum diketahui ini nama asli atau samaran. Yang pasti Tania punya good looking. Entah sudah berapa lama mereka saling kenal lewat media cyber space itu. Entah pula pakai pertimbangan apa kemudian Tania disepakati untuk bergabung dalam Kepanitiaan Gebyar HUT ke- 712 Kota Surabaya. Terlepas dari itu, penampilan Tania memang meyakinkan sekali, seperti seorang professional. Ia muncul pertama kali bersama kepanitiaan Gebyar HUT Surabaya menjadi pemandu acara saat launching 43 program yang akan memarakkan HUT Surabaya selama sebulan penuh di hadapan segenap pemred Surat Kabar terbitan Surabaya – di Convention Hall Pemkot, Jl. Jimerto, pertengahan April lalu. Dalam kepanitiaan Konsorsium 031Link, Tania bertindak sebagai marketing event. Ia langsung dipercaya memimpin setiap rapat yang berhubungan dengan marketing. Sering kali dalam rapat ia memaparkan rencana-rencananya demi meraup sponsor besar dengan menggambarkannya pakai model diagram akar pohon yang njelimet di papan tulis. Tentu saja anggota panitia lainnya terpesona sampai terbengong-bengong menyaksikan pemaparannya. Maklum, di Surabaya belum ada yang ahli dalam hal marketing event. Kalau marketing promo banyak. Tak salah jika melihat dari caranya memimpin rapat kemudian Ketua Panitia Gebyar HUT Surabaya, Heri ‘Lentho’ Prasetio, langsung membangga-banggakan anak buahnya yang didapat dari hasil rekruitmen chatting ini. Dalam berbagai kesempatan, setiap ketemu orang, tak pernah lupa ia memperkenalkan Tania. Tania yang dibanggakan ini selalu menolak usulan dari anggota panitia lain yang berencana mendatangkan sponsor dalam jumlah kecil. “Untuk apa cari sponsor kecil. Kalau bisa mendapatkan sponsor besar, kenapa harus ambil yang kecil,” begitu alasannya. “Sudah, biar saya saja yang tangani. Nanti kalian tinggal ambil uangnya,” usulnya kemudian. Anggota Panitia lainnya mengangguk saja tanda setuju. Maklum, untuk acara Gebyar HUT Surabaya ini, panitia menganggarkan dana besar – Rp. 4,5 Miliar yang tidak dianggarkan secara khusus di APBD. Selanjutnya, Tania diandalkan untuk mendatangkan sponsor yang banyak. Maka mulailah Tania bekerja. Tapi, sebelumnya, dia minta berbagai fasilitas pribadi untuk dipenuhi; mulai dari pulsa handphone, uang makan sehari-hari, sampai sewa mobil pribadi lengkap dengan sopirnya, dan masih banyak tetek bengek lainnya. Dengan pertimbangan profesionalisme, semua permintaan itu dipenuhi panitia. Hasilnya? Tunggu dulu. Sponsor besar yang dijanjikan Tania tidak pernah jelas sementara waktu terus berjalan – perayaan HUT Kota Surabaya tinggal menghitung hari. Tania justru dinyatakan hilang saat Gebyar HUT Kota Surabaya dimulai, 1 Mei lalu. Agaknya pembukaan HUT Surabaya yang spektakuler lengkap dengan pesta kembang apinya di empat tempat itu dijadikannya sebagai ajang yang pas untuk melarikan diri. Panitia baru saja menyadari kalau pihaknya tertipu oleh perempuan itu saat semua sponsor besar yang dijanjikan Tania terpaksa harus ditanganinya sendiri dan ternyata palsu semua. Sampai hari ini Tania tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Sementara pesta spektakuler yang sejak jauh hari sudah diagendakan selama sebulan hingga 31 Mei kedepan harus terus berjalan. Humas Gebyar HUT ke- 712 Kota Surabaya, Rokim Dakas mengakui canggih sekali cara Tania menipunya. “Caranya meyakinkan orang luar biasa. Siapa kira, kalau di kantor datang surat-surat dari pihak sponsor besar yang mengaku mau bekerja sama. Ada juga yang langsung menelepon, mengkonfirmasi apa benar di sini kantor Panitia HUT Surabaya dan mengaku mau mengucurkan dana. Tapi ternyata itu hanya hasil kerja komplotannya belaka. Semua surat-surat dan telepon yang sampai di kantor panitia dari pihak yang mengaku sponsor besar ternyata semuanya palsu,” terang Rokim. Untungnya Panitia Gebyar HUT Surabaya tidak terlalu bodoh. Seperti dikatakan Rokim, awalnya Tania meminta honornya 30% dari uang sponsor itu dibayar dimuka. Tapi permintaan yang satu ini tidak dituruti. Sehingga panitia tidak rugi terlalu banyak. Dengan demikian Panitia hanya dirugikan sejumlah biaya untuk keperluan sehari-hari Tania saja selama di Surabaya – dan kehilangan waktu untuk mencari sponsor tentu saja. Akibatnya, dari 43 acara yang diagendakan panitia, 12 diantaranya harus dibatalkan karena dana dari sponsor yang masuk tidak mencukupi. “Kurang ajar Tania ini. Dia ternyata seorang hacker yang telah lama menjadi TO (Target Operasi) Polda Jogjakarta. Bukan hanya itu, Tania juga di-TO PT Samsung. Ia dianggap mencemarkan nama baik perusahaan ini karena telah berkali-kali dengan cara yang sama membawa-bawa nama Samsung untuk meraup keuntungan pribadi,” ungkap Rokim. Atas kejadian konyol ini, kemudian muncul anekdot; sementara Tania di-TO Samsung, Panitia di-TO Bodrex (istilah untuk wartawan gadungan yang kerjanya memeras narasumber, red). Diakui Rokim, banyak wartawan bodrex mencarinya dengan berlagak mau wawancara yang ujung-ujungnya memelas. “Pak, kami-kami ini apa nggak dikondisikan?,” demikian Rokim menirukan ‘bahasa’ salah seorang bodrex yang pernah menemuinya. “Dipikir panitia ini banyak duitnya apa,” imbuh Rokim. (nif)

2 comments:

Wisnu said...

Hati-hati dengan wanita ini.. Sangat pintar untuk mengelabui mangsanya. Berusaha bergaya high class, berpendidikan, bergaya wanita karir pada bidang sosial, bergaya professional dan mencoba menebar pesona. Tarik ulur dengan kamuflase hati, dengan ekspresi menyedihkan, ber acting cerdas. Begitu si mangsa sudah masuk dalam scenarionya dia akan siap menerkam dengan cara halus… ujung-ujungnya pemerasan dengan cara halus… Hebat.. Kadang saya salut dengan actingnya yang bagus..

Minimal untuk yang pernah tertipu, mendapat pengalaman mahal dalam antisipasi bertemu degan type orang seperti ini lagi. So… lebih baik ikhlaskan saja apa yang telah diberikan kepada dirinya… Toh teriak juga tidak ada gunanya. Saya sangat yakin orang seperti dia, suatu saat akan kena batunya.. kawannya pasti sedikit.. dan bathinnya pasti kering.. kasihan ya…

Anonymous said...

Yg membuat blog ini iblis!!!!! Kasian kalian dah ga punya uang tuk bayar kontrakan ya ampe cara keji spt memfitnah ini pun kalian lakukan.. Fuck to both of you!!!